my november

30 November 2007

Ketika kubuka blog diri tak kuasa kutahan gerakan jemariku untuk berkarya. Kucurahkan semua asa yang pernah ada. Di blog tanggal 30 november ini tersirat makna tertulis dimana setelah sekian lama aku tak bercengkrama dengan dunia maya yang penuh kata. Kualirkan asa yang ada melalui sentuhan jemariku yang menekan setiap keypad keyboard.

Tahun ini tahun yang penuh dengan warna. Ada warna putih dan hitam. Walau hitam terlihat mendominasi tapi kuyakin dibalik hitamnya warna itu ada secuil warna putih, namun warna itu masih malu-malu untuk menampakkan dirinya tahun ini. Kehilangan impian dari semua yang pernah ada dan hadir itulah warna hitam tahunku. Kembali kuharus menyerah, bersabar dan bertahan dari semua gelombang yang menerpa diriku yang belum utuh.

Ku kembali rapuh seperti seekor gagak yang tampak perkasa namun terlalu rapuh sayapnya untuk terbang meninggalkan tempatnya saat ini. Tampaknya gagak itu perlu sedikit beristirahat agar dapat kembali terbang bertualang menaklukan dunia. Istirahat yang entah berapa lama panjangnya, sang gagak hanya menunggu suatu keajaiban datang. Sang gagak menutup tahun ini lewat hibernasi hingga ia berharap pada awal tahun nanti, ia akan bersinar kembali. Kerapuhan sang gagak tak hanya sendiri rupanya. Matahari yang sebelumnya tampak kokoh bersinar di siang hari, kini tertutupi oleh awan hitam yang menyelimuti dirinya. Sang mentari turut berduka cita atas rapuhnya sayap sang gagak.

Kujalani hari menatap ke depan tanpa harus kutoleh kepalaku ke belakang. Kulalui waktu seakan semua tak pernah terjadi. Kutak harus tenggelam dalam memori dan emosi jiwa. Kuobati sayapku yang sedang rapuh dengan hati-hati agar ku dapat kembali terbang dan bersinar seperti sang gagak.

                                                              -mer-

Leave a Reply